Tuesday, September 20, 2005

PURNAMA YANG JATUH DI RAMBUTMU
by : Daniel Mahendra

aku membayangkan purnama jatuh di rambutmu yang terurai
mengusap wajahmu dan mengakhiri penantianku
tapi purnama tak pernah mau tau
seperti halnya kamu, yang selalu sembunyi di balik pintu

o, malam yang merambat di pinggiran hari
mengapa musti pamit pada senja
sementara kita tak bisa meraba pagi
dan purnama terus menantang tanpa permisi

selalu saja membisikkan rindumu yang tak pernah tuntas
sementara purnama memamerkan dadanya yang mendayu
namun mengapa kalian tetap bertengger di sepi malam
membuatku ingin menjadi matahari dan pergi tanpa pamit

biar sinarku tak pernah lagi mengunjungi bulan dan kamu

Friday, July 15, 2005

Keliru Layang-layang

by : Dietaz Dietaz



Dia bilang aku layang-layang lepas
terbang bebas
di awang-awang

Dia keliru

Kadang aku pohon rindang
tegar
menjadi naungan

Kadang aku mawar merah
wangi
menyimpan bahaya di balik duri

Kadang aku tembok putih
tak bergeming
kala dicoreti
atau dikencingi

Dia keliru

Memang
kadang aku layang –layang
tapi kubilang
“aku bukan layang-layang lepas,
sebab layang-layang tak selalu bebas"

Aku angin
Kendaraan si layang-layang

-september 2004-

Thursday, July 14, 2005

"FeRiNa"

Puisi Ulang Tahun - Special for Andrey Acorbusie

Kadang tapak yang kita jejak surut
Kadang langkah yang kita ayun terhenti
Kadang senyum kita pun mengembang dalam duka
Kadang bahagia pun belum berpihak pada kita

Namun sekotak manis asa ada di hati kita
Di mana sejumput rindu dendam selalu mewarnai keseharian
Setangkai cinta nan hijau
Sehijau perjalanan kita
Seranum rangkulan hangat dekap malam kita

Kita masih bisa berangkulan dalam kasih
Kita masih bisa bercinta dalam cumbuan asa
Kita masih bisa bernaung dalam wadah cinta
Atas nama Persahabatan...

Asa-ku,
Cinta kasih-ku,
Manis jelajah-ku,
Selalu terangkum dalam nanar kepala
Bersama juntai rindu dalam lembut dekap seorang Abang...

Selamat Ulang Tahun Andrey Acorbusie Sanger
Selalu ada cinta persahabatan sejauh apapun bentang jarak terentang ...


Special Dedicated for My Lovely Brother



Atas Nama Cinta,

- Ur Little Sista -

Source : Blog nya Acorbusie

Monday, July 04, 2005

Jangan Pergi
by Hairuddin

karena kau bukan matahari
yang bisa terbit setiap pagi
maka jangan pergi

karena kau bukan bintang
yang punya cahaya abadi
dan tiap detik bersamamu sangat berarti
maka jangan pergi

karena aku laki-laki
yang punya seribu rasa untuk kubagi
dan memintamu tetap disini
maka jangan pergi

Monday, June 27, 2005

Alasanmu Tuk Tersenyum Saat Terjaga

Kutatap bulan
Terbayang dirimu menemani
Dalam gelap yang penuh arti
Ditemani sunyi yang berlagu

Izinkan ku simpan bahagia
Saat senyummu mengisi pagiku
Ketika tawamu warnai siangku
Saat ucapmu iringi soreku
Dan ketika sayangmu antarkan aku menuju mimpi


Karena itu biarkan aku
Menjadi sayap yang bawa kau terbang tinggi
Menjadi cahaya yang terangi jalanmu
Menjadi seorang yang temani dirimu gapai mimpi
Menjadi alasanmu tuk tersenyum saat kau terjaga

:)

Friday, June 10, 2005

Puisi karya Abdurahman Faiz
KISAH DARI NEGERI YANG MENGGIGIL
(Abdurahman Faiz, 7 Juni 2005)
(untuk adinda: Khaerunisa)

Kesedihan adalah kumpulan layang-layang hitam
yang membayangi dan terus mengikuti
hinggap pada kata-kata yang tak pernah sanggup kususun
juga untukmu, adik kecil

Belum lama kudengar berita pilu yang membuat tangis seakan tak berarti
saat para bayi yang tinggal belulang mati dikerumuni lalat karena busung
lapar

: aku bertanya pada diri sendiri benarkah ini terjadi di negeri kami?
Lalu kulihat di televisi ada anak-anak kecil memilih bunuh diri
hanya karena tak bisa bayar uang sekolah
karena tak mampu membeli mie instan
juga tak ada biaya rekreasi

Beliung pun menyerbu dari berbagai penjuru
menancapi hati mengiris sendi-sendi diri
sampai aku hampir tak sanggup berdiri

: sekali lagi aku bertanya pada diri sendiri
benarkah ini terjadi di negeri kami?

Lalu kudengar episodemu adik kecil
Pada suatu hari yang terik
nadimu semakin lemah
tapi tak ada uang untuk ke dokter
atau membeli obat
sebab ayahmu hanya pemulung
kaupun tak tertolong

Ayah dan abangmu berjalan berkilo-kilo
tak makan, tak minum
sebab uang tinggal enam ribu saja
mereka tuju stasiun
sambil mendorong gerobak kumuh
kau tergolek di dalamnya
berselimut sarung rombengan pias terpejam kaku

Airmata bercucuran peluh terus bersimbahan
Ayah dan abangmu akan mencari kuburan
tapi tak akan ada kafan untukmu tak akan ada kendaraan pengangkut
jenazah
hanya matahari mengikuti memanggang luka yang semakin perih
tanpa seorang pun peduli

: aku pun bertanya sambil berteriak pada diri
benarkah ini terjadi di negeri kami?

Tolong bangunkan aku, adinda
biar kulihat senyummu
katakan ini hanya mimpi buruk
ini tak pernah terjadi di sini
sebab ini negeri kaya, negeri karya.
Ini negeri melimpah, gemerlap.
Ini negeri cinta

Ah, tapi seperti duka
aku pun sedang terjaga
sambil menyesali
mengapa kita tak berjumpa, Adinda
dan kau taruh sakit dan dukamu
pada pundak ini

Di angkasa layang-layang hitam
semakin membayangi
kulihat para koruptor menarik ulur benangnya
sambil bercerita tentang rencana naik haji mereka
untuk ketujuh kalinya

Aku putuskan untuk tak lagi bertanya
pada diri, pada ayah bunda, atau siapa pun
sementara airmata menggenangi hati dan mimpi.

: aku memang sedang berada di negeriku
yang semakin pucat dan menggigil
(Abdurahman Faiz, 7 Juni 2005)

Sunday, May 01, 2005

senyum........................

Senyummu dalam bayangan selalu cerah
Hangat menembus relung hati yang gundah
Sesumbar kata menyayat pilu hati yang resah
Kesombongan sesaat luluh berubah pasrah
Senyumku tulus dari lubuk hati yang dalam
Sebersih langit biru yang mengusir kelam
Sungguh tak sedikit pun ku menyimpan geram
Sebersit senyummu melepas rindu dendam
Senyummu memeluk mesra jiwa terusik
Sekujur ragaku lemah lunglai tak berkutik
Waktu perlahan berlalu detik demi detik
Mimpi indah semusim punah tercabik
Senyumku memudar tersentak terjaga
Terlintas bayangmu yang hampir sirna
Ah, aku tak mengenal lagi kamu siapa
Bahkan senyummu tak lagi menggoda
Senyummu meredup berubah sendu
Canda ceriamu tergores semburat ungu
Bila saatnya tiba menyibak awan kelabu
Mungkin aku masih di sini setia menunggu

(Punya Jerry... Hehe, gw curi nih Jer...)