Tuesday, September 20, 2005

PURNAMA YANG JATUH DI RAMBUTMU
by : Daniel Mahendra

aku membayangkan purnama jatuh di rambutmu yang terurai
mengusap wajahmu dan mengakhiri penantianku
tapi purnama tak pernah mau tau
seperti halnya kamu, yang selalu sembunyi di balik pintu

o, malam yang merambat di pinggiran hari
mengapa musti pamit pada senja
sementara kita tak bisa meraba pagi
dan purnama terus menantang tanpa permisi

selalu saja membisikkan rindumu yang tak pernah tuntas
sementara purnama memamerkan dadanya yang mendayu
namun mengapa kalian tetap bertengger di sepi malam
membuatku ingin menjadi matahari dan pergi tanpa pamit

biar sinarku tak pernah lagi mengunjungi bulan dan kamu